Hai sahabat...

Sungguh aneh di masa sekarang... Dengan berkembangnya teknologi informatika seharusnya semakin membuat nyaman penduduk dunia. Ternyata di daerah belahan dunia sebelahan sana justru menggelikan.

Coba bayangkan sahabat, sekarang hampir setiap perangkat mobile dibenamkan kamera untuk mengabadikan gambar-gambar yang dianggap perlu, bukan?

Anehnya, di Massachusetts, Amerika Serikat, malah mempergunakan kecanggihan teknologi itu untuk keperluan perbuatan tidak senonoh. Yaitu untuk memotret "barang dalaman" wanita. hahaha...

Ternyata, daerah tersebut secara diam-diam melegalkan perbuatan itu dan disahkan secara resmi oleh pengadilan setempat.

Keadaan seperti ini akan membuat resah pengguna "barang dalam" kan? sehingga para wanita di Massachusetts, Amerika Serikat itu mengecam keputusan pengadilan yang memanfaat "barang dalam" mereka sebagai momen yang unik untuk diabadikan. Baca selengkapnya...




Sahabat kiosnetmbo...

Sungguh luar biasa, sahabat... 
Dalam sebuah berita terkini dari Korea Utara dengan Judul "Pencapaian Manusia Terhebat Sepanjang Masa", sungguh menghebahkan.

Kenapa tidak sahabat, dalam berita tersebut dipapar bahwa hanya Korea Utara sajalah yang berhasil mendaratkan manusia yang bernama Hung II Dong (17) ke matahari dan mengalahkan semua negara di dunia.

Berita itu menggemparkan, sahabat...
Matahari yang permukaan luarnya saja konon 5505 derajat celsius, belum setelah mendarat di permukaannya, pernyataan itu membuat penduduk dunia bertanya-tanya.




Seorang reporter menyampai reportasinya : "Kita akan menyambut Hung II Dong sebagai pahlawan ketika ia kembali ke bumi".




Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI) menilai penyadapan Australia terhadap Indonesia sebagai tindakan keji. GPI melihat penyadapan ini dilakukan secara sistematis seperti ingin mengobok-obok kedaulatan Indonesia.

"Yang disadap bukannya presiden dan Wapres, tapi para menteri juga disadap" ujar Rahmat Kadir di Bakoel Coffe Resto, Jakarta Pusat, Selasa (19/13).
Menurutnya, penyadapan ini adalah sebuah penghinaan dan arogansi yang dilakukan pemerintahan Australia. "Kata yang tepat dalam penyadapan ini ialah putuskan hubungan diplomatik RI dan Australia dari segala bidang" ujar Rahmat.

Dia berpendapat bahwa sebagai negara yang berdaulat Indonesia sudah dipermalukan di dunia Internasional. "Kita sebagai bangsa yang besar seharusnya punya sikap tegas terhadap Australia," tegasnya.

Lebih jauh Kadir mengatakan, siap mendukung pemerintahan Indonesia untuk melawan arogansi pemerintah Australia. "Kita mendorong kepada pemerintah SBY mengecam keras. Kita akan dukung," tandasnya.

Rahmat mempertanyakan kerja Badan Intelijen Negara (BIN) juga seharusnya bertanggung jawab atas kejadian ini. Dia menyesalkan BIN selama ini tidak bekerja dengan baik.

"Selama ini BIN kita ngapain saja? Kok bisa pemerintah kita disadap," tegasnya.

Lebih lanjut Rahmat mengatakan akan menurunkan massa ke jalan apabila pemerintahan Australia tidak meminta maaf. "Kalau pemerintah Australia tidak mau meminta maaf, kita akan turunkan massa besar-besaran" katanya.


Sumber : www.merdeka.com


Dalam waktu kurang dari 48 jam, Presiden Amerika Serikat, Barack Hussein Obama, dipaksa untuk menanggapi panggilan dari dua pemimpin kunci Eropa, yang menjadi sekutu Amerika, terkait adanya laporan pengungkapan dari program mata-mata Washington terhadap warga di Jerman dan Prancis.

Dalam sebuah percakapan telepon dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, pada Rabu malam, Gedung Putih baru-baru ini berjanji bahwa Merkel bukanlah target dari program pengawasan Badan Keamanan Nasional (NSA), seperti dilansir stasiun televisi Press TV, Kamis (24/10), mengutip laporan dari surat kabar the New York Times.

Dalam pengungkapan dokumen-dokumen terbaru itu, mantan kontraktor NSA kini buron, Edward Snowden, menyatakan Washington telah memata-matai percakapan telepon Merkel. Pengungkapan itu membuat pemimpin negara dengan ekonomi paling kuat di Eropa itu memanggil mitranya Amerika untuk mencari kepastian bahwa telepon selulernya tidak menjadi target intelijen Negeri Paman Sam itu.

"Presiden Obama meyakinkan bahwa Amerika tidak mengawasi dan tidak akan memonitor alat komunikasi kanselir. Kami menghargai kerjasama Jerman selama ini terutama untuk keamanan internasional," ujar Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney, seperti dikutip stasiun televisi CBS News.

Ini menjadi pengungkapan kedua terkait program mata-mata Amerika yang terjadi hanya dalam waktu kurang dari dua hari.

Pada Senin kemarin koran Prancis, Le Monde, mengungkapkan bahwa telah terjadi pengawasan besar-besaran yang dilakukan Amerika terhadap warga Prancis, seperti halnya terhadap para diplomat Negeri Menara Eiffel itu.

Berita itu langsung memicu kemarahan dari Presiden Prancis Francois Hollande yang menyatakan bahwa hal itu sebagai perbuatan ekstrem. Laporan dari dokumen-dokumen dibocorkan oleh Edward Snowden memperlihatkan bahwa lebih dari 70 juta catatan panggilan telepon di Prancis telah direkam dalam periode 30 hari antara 10 Desember 2010 sampai 8 Januari 2013.

Pengamat mengatakan kerusakan hubungan Amerika dengan negara-negara sekutu Eropanya terus memuncak sebagaimana pengungkapan terkait program mata-mata Negeri Adikuasa itu kemungkinan masih akan terus berlanjut.

Bulan lalu, media Brasil melaporkan bahwa NSA juga telah menyadap surat elektronik dari Presiden Brasil Dilma Rousseff. Bahkan dia akhirnya menunda perjalanan ke Negara Adidaya itu lantaran kasus ini.

Baru-baru ini, majalah Jerman Der Spiegel, yang sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya memiliki tumpukan dokumen Snowden, menyatakan bahwa NSA juga telah memperoleh akses ke dalam komunikasi baik yang menuju atau dari Presiden Meksiko Felipe Calderon ketika dia masih berkuasa.

Kasus ini merupakan beberapa kasus terkait program mata-mata Amerika yang telah terungkap sejak Juni lalu, ketika pengungkapan dokumen rahasia yang pertama dari Snowden muncul ke publik.

Snowden, yang menjadi buronan nomor satu di Amerika atas tuduhan mata-mata, telah diberikan suaka sementara di Rusia pada 1 Agustus lalu.

Sumber : www.merdeka.com


Badan Intelijen Pusat (CIA) mengumpulkan sejumlah besar database transfer uang internasional yang mencakup data keuangan dan pribadi dari jutaan warga Amerika Serikat, menurut laporan The Wall Street Journal, Kamis.

Dalam program ini, Biro Investigasi Federal bekerja sama dengan CIA untuk mengumpulkan sejumlah besar data transaksi internasional warga Amerika Serikat dan yang lain berdasarkan penyelidikan aksi teror badan itu, lapor AFP.

Program ini diberi wewenang berdasarkan ketentuan yang sama dengan Patriot Act pasca-11 September yang memungkinkan Badan Keamanan Nasional untuk mengumpulkan hampir semua catatan telepon warga Amerika Serikat, menurut pejabat yang mengetahui operasi itu kepada surat kabar tersebut.

Dan seperti program NSA yang telah menyebabkan kegemparan baik di Amerika Serikat dan luar negeri, pengumpulan skala besar data itu disahkan oleh pengadilan keamanan nasional yang dikenal sebagai Pengadilan Pengawasan Intelijen Asing.

Oleh karena itu program ini menunjukkan bagaimana sejumlah lembaga mata-mata Amerika Serikat, dan bukan hanya NSA, menggunakan kewenangan hukum yang sama untuk mengumpulkan data.

Data itu, dikumpulkan dari Western Union dan perusahaan jasa pengiriman uang Amerika Serikat yang lain, termasuk pengiriman ke dan dari Amerika Serikat tapi tidak memata-matai traksaksi dalam negeri. Dan sebagian besar catatan adalah transaksi asing, menurut harian itu.

Disebutkan jika sejumlah anggota parlemen mengetahui tentang program itu musim panas ini dan mengemukakan kekhawatirannya atas penggunaan nomor Jaminan Sosial Amerika Serikat dan data lain untuk mengaitkan aktivitas keuangan pada seorang individu tertentu.

Namun program tersebut telah membantu mengungkap hubungan aksi teror dan pola keuangan, kata mantan pejabat pemerintah Amerika Serikat tersebut kepada harian itu.

Seorang mantan pejabat menunjukkan bahwa jika CIA mengidentifikasi kemungkinan aktivitas teror yang mencurigakan di AS, lembaga itu memberitahu FBI.

Setiap operasi badan intelijen di bawah perintah pengadilan khusus mensyaratkan "kepatuhan ketat terhadap hukum dan perintah pengadilan," menurut pejabat intelijen Amerika Serikat itu.

Perintah-perintah itu termasuk prosedur untuk melindungi privasi orang di Amerika Serikat, melatih mereka yang memiliki akses ke informasi, melarang pencarian tidak sah dan membatasi lama suatu data dapat disimpan.

Meskipun CIA dilarang mengumpulkan data intelijen dari warga Amerika, lembaga itu dapat memperoleh data dari dalam negeri jika memiliki tujuan intelijen asing .

Dan program CIA itu membantu melacak pembiayaan teror di seluruh dunia, menurut mantan pejabat dan pejabat AS saat ini kepada harian itu.

Sumber : www.antaranews.com


Seorang pria Florida diduga tewas setelah kamar tidurnya ditelan oleh lubang pembuangan raksasa . Saudara laki-laki mengatakan kepada Fox News Jumat, 1 Maret 2013 dan menggambarkan penderitaan ia melewati mencoba untuk mendapatkan saudaranya setelah ia ditelan oleh sinkhole dan menjerit .

Menurut Los Angeles Times Jumat , Kamis malam Jeff Bush (36), berada di tempat tidur, tiba-tiba tersedot sinkhole seluruh kamar tidurnya ke dalam tanah . Saudaranya , Jeremy Bush , mencoba menggali saudaranya keluar dari lubang ini, tetapi kotoran mulai jatuh pada dirinya . Jeremy mengatakan dia hanya bisa melihat tepi tempat tidur dan kasur saat ia mencoba untuk sampai ke saudaranya .Rasanya Jeff seperti jatuh ke dalam jurang, kerabat lainnya bergabung dengan Jeremy untuk mencoba untuk menggali Jeff keluar , tetapi mereka tidak bisa mendapatkan dia. Kata Jeremy ketika polisi dan penyelamatan pekerja sampai di sana mereka membuatnya meninggalkan daerah itu karena sangat tidak stabil .Posisi rumah sangat tidak stabil sehingga penyelamat juga harus meninggalkan rumah . Mereka melanjutkan pencarian dengan perangkat elektronik yang canggih , tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan terdeteksi . Jeremy dan empat orang lainnya di dalam rumah lolos dari lubang pembuangan , termasuk seorang anak berumur 2 tahun .Jeremy mengatakan ia pertama kali mendengar kecelakaan keras dan kemudian saudaranya mulai berteriak . Ketika Jeremy sampai ke kamar tidur saudaranya, dia hanya bisa melihat bagian dari kasur mencuat di tanah. Sementara kematian dari sinkhole di daerah ini dari Florida jarang , sinkholes sering terjadi di daerah ini di sekitar Hillsborough County. Jeff Bush dinyatakan meninggal hari ini dan keluarga sedang menunggu tubuhnya untuk ditemukan sehingga mereka dapat melihatnya yang terakhir sekali, kata Jeremy Fox News.
Copyright © KIOSNETMBO Publisher By Free Templates